SD KATOLIK SANG TIMUR SUMENEP

SD KATOLIK SANG TIMUR SUMENEP

KASIH, PEDULI, CERDAS, TRANSFORMATIF
Jl. Slamet Riyadi No. 31 Pabian, Sumenep Madura
BERITA

Memungut Waktu yang Tertinggal: Lima Hari dalam Keheningan

21/Apr/2026
Memungut Waktu yang Tertinggal: Lima Hari dalam Keheningan
Oleh. Moh Yani

Semua bermula ketika semesta memutuskan untuk mengistirahatkan layar kecil di genggaman saya. Ponsel saya mati total, menyerah pada kerusakan yang tak lagi bisa disembuhkan. Awalnya ada sesak yang aneh, seolah satu jendela menuju dunia telah tertutup permanen. Namun, di balik rusaknya perangkat itu, sebuah petualangan batin justru dimulai.

Harus jujur diakui, awalnya terasa begitu berat. Ada kegelisahan yang merayap saat jemari ini tak lagi memiliki kaca untuk diusap. Saya merasa terasing di tengah keramaian, gagap menghadapi sunyi yang tiba-tiba hadir tanpa notifikasi. Di dua hari pertama, keterasingan itu terasa seperti siksaan; sebuah ketergantungan yang baru saya sadari ketika alatnya telah tiada.

Namun, perlahan mendung itu bergeser. Di hari-hari berikutnya, saya mendapati diri saya menjadi jauh lebih produktif. Tanpa godaan dunia maya, waktu terasa melambat dan menjadi lebih luas. Saya kembali mendengar kicauan burung yang biasanya tenggelam oleh suara video, dan menyelesaikan banyak hal yang selama ini tertimbun di bawah tumpukan scrolling yang tak berujung. Saya tidak lagi "sekadar ada", tapi saya benar-benar "hadir".

Ternyata, melangkah tanpa beban digital itu akhirnya bisa juga saya lalui. Di hari kelima, semuanya terasa biasa saja. Ketakutan akan tertinggal informasi berubah menjadi ketenangan karena berhasil memiliki diri sendiri seutuhnya.

Rusaknya ponsel itu bukan lagi sebuah musibah, melainkan sebuah undangan untuk kembali membumi. Saya belajar bahwa meski layar itu telah gelap selamanya dan tak bisa diperbaiki, cahaya di dunia nyata justru bersinar jauh lebih terang. Saya telah kehilangan sebuah alat, namun saya menemukan kembali waktu saya yang sempat hilang.
 kembali