BERITA
Memungut Waktu yang Tertinggal: Lima Hari dalam Keheningan
21/Apr/2026
Memungut Waktu yang Tertinggal: Lima Hari dalam Keheningan
Oleh. Moh Yani
Semua bermula ketika semesta memutuskan untuk mengistirahatkan layar kecil di genggaman saya. Ponsel saya mati total, menyerah pada kerusakan yang tak lagi bisa disembuhkan. Awalnya ada sesak yang aneh, seolah satu jendela menuju dunia telah tertutup permanen. Namun, di balik rusaknya perangkat itu, sebuah petualangan batin justru dimulai.
Harus jujur diakui, awalnya terasa begitu berat. Ada kegelisahan yang merayap saat jemari ini tak lagi memiliki kaca untuk diusap. Saya merasa terasing di tengah keramaian, gagap menghadapi sunyi yang tiba-tiba hadir tanpa notifikasi. Di dua hari pertama, keterasingan itu terasa seperti siksaan; sebuah ketergantungan yang baru saya sadari ketika alatnya telah tiada.
Namun, perlahan mendung itu bergeser. Di hari-hari berikutnya, saya mendapati diri saya menjadi jauh lebih produktif. Tanpa godaan dunia maya, waktu terasa melambat dan menjadi lebih luas. Saya kembali mendengar kicauan burung yang biasanya tenggelam oleh suara video, dan menyelesaikan banyak hal yang selama ini tertimbun di bawah tumpukan scrolling yang tak berujung. Saya tidak lagi "sekadar ada", tapi saya benar-benar "hadir".
Ternyata, melangkah tanpa beban digital itu akhirnya bisa juga saya lalui. Di hari kelima, semuanya terasa biasa saja. Ketakutan akan tertinggal informasi berubah menjadi ketenangan karena berhasil memiliki diri sendiri seutuhnya.
Rusaknya ponsel itu bukan lagi sebuah musibah, melainkan sebuah undangan untuk kembali membumi. Saya belajar bahwa meski layar itu telah gelap selamanya dan tak bisa diperbaiki, cahaya di dunia nyata justru bersinar jauh lebih terang. Saya telah kehilangan sebuah alat, namun saya menemukan kembali waktu saya yang sempat hilang.
kembali
Oleh. Moh Yani
Semua bermula ketika semesta memutuskan untuk mengistirahatkan layar kecil di genggaman saya. Ponsel saya mati total, menyerah pada kerusakan yang tak lagi bisa disembuhkan. Awalnya ada sesak yang aneh, seolah satu jendela menuju dunia telah tertutup permanen. Namun, di balik rusaknya perangkat itu, sebuah petualangan batin justru dimulai.
Harus jujur diakui, awalnya terasa begitu berat. Ada kegelisahan yang merayap saat jemari ini tak lagi memiliki kaca untuk diusap. Saya merasa terasing di tengah keramaian, gagap menghadapi sunyi yang tiba-tiba hadir tanpa notifikasi. Di dua hari pertama, keterasingan itu terasa seperti siksaan; sebuah ketergantungan yang baru saya sadari ketika alatnya telah tiada.
Namun, perlahan mendung itu bergeser. Di hari-hari berikutnya, saya mendapati diri saya menjadi jauh lebih produktif. Tanpa godaan dunia maya, waktu terasa melambat dan menjadi lebih luas. Saya kembali mendengar kicauan burung yang biasanya tenggelam oleh suara video, dan menyelesaikan banyak hal yang selama ini tertimbun di bawah tumpukan scrolling yang tak berujung. Saya tidak lagi "sekadar ada", tapi saya benar-benar "hadir".
Ternyata, melangkah tanpa beban digital itu akhirnya bisa juga saya lalui. Di hari kelima, semuanya terasa biasa saja. Ketakutan akan tertinggal informasi berubah menjadi ketenangan karena berhasil memiliki diri sendiri seutuhnya.
Rusaknya ponsel itu bukan lagi sebuah musibah, melainkan sebuah undangan untuk kembali membumi. Saya belajar bahwa meski layar itu telah gelap selamanya dan tak bisa diperbaiki, cahaya di dunia nyata justru bersinar jauh lebih terang. Saya telah kehilangan sebuah alat, namun saya menemukan kembali waktu saya yang sempat hilang.
- SDK Sang Timur Sumenep Gelar "Kembul Bujana" Peringati Hari Pangan Nasional
- Hebat! Pramuka Penggalang Putri SDK Sang Timur Sumenep Raih Juara Harapan 1 Kategori Kehidupan Perkemahan
- Harumkan Nama Sekolah, Tim Paduan Suara SDK Sang Timur Sumenep Sabet Juara 2 Tingkat Kabupaten!
- Cerita Seru BKSN di SDK Sang Timur Sumenep: Yesus, Guruku yang Hebat!
- Harumkan Nama Sekolah, Dua Siswi SDK Sang Timur Sumenep Sabet Juara 3 Atletik Tingkat Kecamatan!
- Gelak Tawa dan Keseruan pecah! Kompleks Sang Timur Sumenep Gelar Lomba Kemerdekaan Super Meriah
- Kompleks Sang Timur Sumenep Gelar Upacara Kemerdekaan ke-81 Secara Khidmat dan Kompak
- Pembukaan MPLS Ramah 2026 SDK Sang Timur Sumenep Berlangsung Lancar dan Meriah
- Menghitung Jarak dan Rasa Cemas: Jeritan Hati Seorang Guru Swasta Jika Pertalite Naik Oleh: Moh Yani (Guru SDK Sang Timur Sumenep)
- Gemilang di Lapangan! Tim Basket SDK Sang Timur Raih Juara 3 di Nextpro Basketball Competition 2026